Menikah Lebih dari Sekali, di Surga nanti Ketemu Bini yang Mana? Jika masuk surga, begini Penjelasannya

Mubaligh Mesir Syekh Muhammad Abu Bakar menyampaikan penjelasan soal pria atau wanita yang menikah lebih dari sekali.

Lantas pasangan yang mana yang akan menemaninya di surga?

Syekh Abu Bakar menyampaikan pria yang menikah lebih dari sekali, maka mereka akan bersama-sama di akhirat.

Namun, lain hal bagi wanita yang menikah lebih dari sekali.

“(Jika seorang pria menikah dengan si ini dan si itu), maka mereka juga akan bersama-sama di akhirat.

Tetapi jika wanita yang pernikahannya seperti pria itu (menikah lebih dari sekali),

maka ia akan bersama pasangannya yang terakhir di mana wanita tersebut masih berutang sesuatu kepada suaminya sebelum kematian,” ujar dia.

Syekh Abu Bakar juga menjelaskan, ketika pasangan suami-istri meninggal dunia maka istri akan menjadi bidadari bermata jeli di surga

(hurun ‘in) dan istri tersebut akan melayani suami yang dinikahinya ketika di dunia.

Dalam kesempatan, Syekh Abu Bakar juga memberikan pesan untuk keharmonisan bahtera rumah tangga.

Dia mengingatkan, Rasulullah SAW tidak memberitakan soal surga kepada siapa pun kecuali kepada seorang pria dan wanita.

Wanita yang dimaksud adalah wanita yang sedang kesal pada suaminya tapi memiliki hak, lalu pergi kepada suaminya sebelum tidur, dan berkata:

“Demi Allah SWT, kamu tidur atau tidak tidur, aku tidak menutup kelopak mataku dan tidak pula menutup kelopak mataku untukmu,

sampai kamu puas denganku dan aku puas denganmu.” Rasulullah bersabda, “Dia (wanita tersebut) ada di surga, dia di surga, dia di surga.”

Karena itu, Syekh Abu Bakar menyampaikan, hendaknya setiap pasangan suami-istri,

khususnya bagi kaum pria, mencontoh apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW.

Beliau senantiasa menghabiskan malam bersama istrinya sampai istrinya tertawa dan tertidur dengan senyum di wajahnya.

“Siapa yang bermalam dan istrinya tertawa sampai kemudian ia tertidur dengan senyum di wajahnya,

maka Allah SWT telah mengampuni semua dosanya,” demikian sabda Nabi SAW sebagaimana disampaikan Syekh Muhammad Abu Bakar.