REJEKI Berlimpah, Kisah Ibu Terkecil Usia 40 Tahun Sudah Melahirkan 69 Anak, Ada Anak Kembar 4 Sebayak 16 Kali

Kehamilan menjadi suatu yang sangat membahagiakan bagi pasangan suami istri. Selain itu, kehamilan juga menjadi hal yang penuh suka cita karena setelah berjuang melahirkan buah hati yang dinanti. (foto cover: ilustrasi ibu hamil dan bayi)

Di samping itu, kehamilan pun banyak menyimpan kisah yang mengejutkan dari seluruh dunia lho, Bunda. Bahkan, ada yang memecahkan rekor sebagai kehamilan terbanyak hingga dialami oleh ibu termuda.

Bunda penasaran kehamilan tak biasa apa saja yang berhasil memecahkan rekor dunia hingga tercatat dalam The Guinness Book of Records? Yuk simak beberapa kisah yang sudah HaiBunda rangkum dari berbagai sumber tersebut sebagai berikut:

1. Ibu dengan bayi terbanyak

Valentina Vassilyeva menjadi seorang ibu dengan rekor anak kembar terbanyak, Bunda. Mengutip Brightside, The Guinness Book of Records mencatat Valentina yang hidup di abad 18 ini mengalami hiperovulasi, dan pernah menjalani 27 kali persalinan, di antaranya 16 kali melahirkan anak kembar dua, tujuh kali melahirkan anak kembar tiga, lalu empat kali melahirkan anak kembar empat.

Dengan jumlah persalinan anak kembar yang banyak tersebut, istri pertama dari petani bernama Feodor Vassilyev dari Shuya, Rusia ini diketahui memiliki 69 orang anak, meski dua di antaranya meninggal ketika bayi.

Menurut perhitungan BBC, Valentina bisa saja mengalami kehamilan 37 minggu dengan kembar dua, lalu kehamilan 32 minggu dengan kembar tiga, kemudian kehamilan selama 30 minggu saat mengandung anak kembar empat.

Jika dijumlahkan, maka total kehamilan yang Valentina alami mencapai waktu sebanyak 936 minggu. Jika 936 minggu tersebut dibagi 52 berdasarkan jumlah minggu dalam satu tahun, bisa disimpulkan dia menghabiskan 18 tahun hidup untuk mengandung anak-anak kembarnya tersebut.

2. Ibu terkecil

Ibu asal Kentucky, Amerika Serikat bernama Stacey Herald mencatat rekor sebagai ibu terkecil di dunia. Mengutip laman Guinness World Record, ibu ini hanya memiliki tinggi 72,39 centimeter (cm), Bunda.

Meski tingginya kurang dari 1 meter, namun dia berhasil melahirkan tiga anak. Anak pertamanya adalah perempuan yang lahir pada 2006, dan anak keduanya juga seorang putri yang lahir dua tahun setelahnya. Sementara anak ketiganya lahir pada tahun 2009 lalu, dan berjenis kelamin laki-laki.

Stacey mengalami kelainan tulang yang disebut osteogenesis imperfecta. Kondisi ini membuat tulangnya sangat rapuh, dan mudah patah sehingga membuatnya lebih banyak hidup di kursi roda.

Karena kondisinya, dia tak disarankan untuk memiliki anak. Namun dia mengabaikan saran dokter, karena bisa mengancam nyawanya dan menurunkan kelainan kepada keturunannya. Dia pun mengabaikan saran dokter, dengan melahirkan tiga anak.

Anak sulung dan bungsunya memiliki kelaianan sama dengannya, sedangkan anak tengahnya tumbuh normal. Sayangnya pada akhir Agustus 2018 lalu, Stacey meninggal dunia pada usia 44 tahun.

3. Hamil terlama

Seorang ibu asal Maroko, bernama Zahra Aboutalib mengalami kehamilan nyaris setengah abad atau tepatnya 46 tahun, Bunda. Bahkan, kisahnya dibuat film dokumenter Inggris, dengan judul Extraordinary People.

Dilansir AsiaOne, kisah Zahra terungkap pada tahun 2001 lalu, ketika dia mengalami sakit perut akut pada tahun 75 tahun. Saat sampai di rumah sakit, ketika dokter melihat perutnya yang besar, Zahra dikira mengidap tumor ovarium. Namun hasil scan ultrasound dan pemeriksaan lebih lanjut, menunjukkan bayi yang sudah ‘membatu’.

Ternyata pada 1955, ketika Zahra mengandung anak pertama kali pada usia 26 tahun, setelah melewati persalinan yang menyakitkan, bayinya tak kunjung lahir. Dokter sempat menyarankan untuk melakukan operasi caesar, namun karena takut, dia justru melarikan diri.

Seiring hilangnya rasa sakit di perutnya,Zahra tak lagi memeriksakan kondisinya. Sampai 46 tahun kemudian janin yang dikandungnya memberi reaksi pada tubuhnya. Janin itu pun berhasil dikeluarkan melalui operasi. Saat itu, hanya ada 300 kasus bayi batu semacam ini, yang juga dikenal sebagai lithopedions, dan telah dilaporkan dalam sejarah medis.

4. Ibu tertua

Ibu tua ini bernama Errawati Mangayamma, Bunda. Julukan tersebut didapatkan setelah dia melahirkan anak kembar berjenis kelamin perempuan pada usia 74 tahun melalui operasi caesar di tahun 2019 lalu.

Wanita asal Guntur, negara bagian Andhara Pradesh, India ini menikah dengan suaminya pada tahun 1962. Namun keduanya harus menunggu selama 57 tahun untuk mendapatkan keturunan pertama lewat program bayi tabung alias fertilisasi in vitro (IVF).

Hal tersebut harus Mangayama lalui karena ia sebenarnya sudah mengalami menopause sejak 25 tahun lalu. Sehingga sel telur yang digunakan dalam proses IVF ini berasal dari pendonor, dan dibuahi oleh sperma suaminya.

Direktur Rumah Sakit Ahalya, dr Sanakayyala Umashankar mengatakan bahwa operasi yang dilakukan berjalan dengan lancar. Adapun keadaan ibu, dan bayinya saat itu sehat serta tidak mengalami komplikasi sama sekali.

Beberapa jam setelah persalinan, suami Mangayamma, Sitarama Rajarao yang telah berusia 78 tahun mengaku sangat bahagia. Namun The Times melaporkan bahwa Sitarama pingsan sehari setelahnya, akibatnya ia harus dilarikan ke unit perawatan intensif rumah sakit yang sama tempat istrinya melahirkan dan dirawat.

5. Ibu termuda

Lina Medina tercatat menjadi ibu termuda karena melahirkan di usia 5 tahun, Bunda. Dalam proses persalinan melalui operasi caesar, Lina melahirkan seorang bayi laki-laki sehat dengan berat lahir sekitar 2,7 kilogram (kg).

Mengutip Huffington Post, Lina yang lahir dari keluarga miskin pada tahun 1933 di sebuah desa kecil di Andes, Peru ini mengalami sakit perut. Dia mengeluhkan rasa sakit tersebut kepada sang ibu.

Ketika diperiksakan, dokter awalnya yakin Lina menderita tumor besar, namun setelah menjalani tes, ternyata dia tengah hamil tujuh bulan. Dokter menemukan bahwa Lina menderita kondisi yang disebut pubertas dini. Dengan kondisi tersebut, Lina memiliki organ seksual yang matang saat usianya masih begitu belia.

Kasus yang dialami Lina ini pun sering kali dianggap sebagai cerita bohong. Akan tetapi, para dokter yang menangani kasus tersebut mengatakan bahwa mereka memiliki x-ray dan biopsi, sehingga dapat membuktikan bahwa kisah yang Lina alami benar-benar terjadi.

Sumber: haibunda.com