Tidak makan selama 4 Hari Begini Kodisi Balita 3 Tahun Terkurung Bersama Neneknya yang Sudah Meninggal

Bocah tiga tahun selama 4 hari terkurung bersama neneknya yang sudah meninggal (foto: ilustrasi) di dalam rumah di Jalan Gambir Anom, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dipastikan dalam kondisi baik dan stabil.

Kepala Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading Diah Anggraini mengatakan, kini bocah balita berinisial J tersebut sudah bisa makan dan minum.

“Kondisinya baik, stabil. Mau makan mau minum. Pemeriksaan yang dilakukan tim Puskesmas kondisinya baik saat ini” ujar Diah saat ditemui di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading, Kamis (30/9/2021).

Namun, kata Diah, si bocah belum begitu aktif seperti anak usia 3 tahun pada umumnya.

Dia memastikan, bocah laki-laki balita tersebut akan terus dipantau kesehatannya oleh pihak Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading.

“Kita periksa tanda vitalnya bagus, tidak ada dehidrasi, masih kita observasi,” ungkap dia.

Berdasarkan informasi dari tetangganya, sambung Diah, pihak keluarga lainnya akan datang menjemput si bocah malang tersebut didampingi pihak kepolisian.

“Tetangganya tadi bilang, keluarganya sudah dihubungin, rencananya mau datang juga cuman memang belum. Kita masih tunggu,” pungkasnya.

Adapun, anak balita tersebut terkurung di dalam rumah bersama neneknya Olly Jehosuna Tampi (64) yang sudah meninggal dunia selama 4 hari.

Saat ditemukan, kondisi anak tersebut dalam kondisi lemah tanpa busana dengan bokong dipenuhi kotorannya.

Saat jasad nenek satu cucu tersebut ditemukan oleh polisi dan warga, kondisi rumah dalam keadaan berantakan.

Kulkas di dalam rumahnya pun dalam keadaan kosong, hanya ada beberapa botol air putih

Diduga, anak malang tersebut tidak makan selama menemani jasad neneknya yang telah meninggal dunia.

Menurut keterangan Ketua RT 006, Tika, semasa hidup, tetangganya selalu pesan makan melalui online.

Sebab itu, di dalam rumahnya, tidak tersedia bahan makanan.

“Dia (nenek si bocah) sering makan pake ojek online,” ujar Tika.

Saat ditemukan di dalam rumah, kondisi anak balita tersebut dalam kondisi lemah.

“Saya pikir cucunya meninggal karena kan enggak makan empat hari ternyata masih hidup,” terang Tika.

Selaku ketua RT, rumah tika juga kebetulan tepat bersebelahan dengan kediaman korban.

Diketahuinya pemilik rumah telah meninggal, setelah dirinya dan warga sekitar mencium aroma busuk dari rumah nenek satu cucu tersebut.

Sumber: grid.id