Kisah Miris gara-gara Jarang Mandi Wanita ini Digugat Cerai Suami

232 views

Seorang pria dari Uttar Pradesh India dilaporkan mencoba menceraikan istrinya yang telah dinikahinya selama dua tahun karena istrinya tidak mandi setiap hari. Masalah ini membuat mereka bertengkar setiap kali dia meminta istrinya untuk mandi.

Kebersihan pribadi adalah bagian penting dari suatu hubungan, dan dalam beberapa kasus, itu bisa menjadi masalah yang cukup serius untuk menjamin langgengnya hubungan tersebut.

Contohnya, seorang pria di India yang memutuskan untuk menceraikan istrinya karena dia menolak untuk mandi setiap hari. Ia mengaku sudah berulang kali meminta istrinya untuk lebih sering mandi, namun setiap kali dibahas, perbincangan mereka berakhir dengan pertengkaran mulut.

Pada akhirnya, dia memutuskan untuk mengakhiri pernikahan, meskipun keduanya memiliki anak berusia satu tahun.

“Pria itu, selama konseling, berulang kali dan dengan tegas mengatakan kepada kami bahwa dia ingin mengakhiri hubungan dengan wanita itu Dia juga mengajukan permohonan kepada kami untuk membantunya bercerai dari istrinya karena dia tidak mandi setiap hari,” kata seorang konselor di Organisasi Perlindungan Wanita, dikutip dari Odditycentral, Sabtu, (2/10/2021).

Setelah mengetahui keputusan suaminya, sang istri, yang berasal dari desa Kwarsi Uttar Pradesh, mencari bantuan ke Sel Perlindungan Wanita Aligarh, mengatakan bahwa dia ingin mempertahankan pernikahannya.

“Seorang wanita memberikan pengaduan tertulis kepada kami yang menyatakan bahwa suaminya telah memberikan talak tiga dengan dalih tidak mandi setiap hari. Kami memberikan konseling kepada pasangan dan orang tua mereka untuk menyelamatkan pernikahan mereka, “kata perwakilan dari Organisasi Perlindungan Wanita.

“Kami mencoba menasihati pria itu untuk tidak memutuskan pernikahannya dengan istrinya karena itu adalah masalah kecil dan dapat diselesaikan. Kami juga berusaha membuatnya mengerti bahwa perceraian mereka juga dapat memengaruhi pengasuhan anak mereka,” lanjutnya.

Karena alasan permohonan cerai tidak termasuk dalam tindak kekerasan atau kejahatan terhadap perempuan, permohonan istri ke Organisasi Perlindungan Wanita tidak dapat diteruskan. Tetapi, pasangan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan masalah ini dengan bantuan konseling.

Sumber: detikNews