MUI Turun Tangan akhirnya KPI Tunda Meja Hijaukan Lesti Billar soal Nikah Siri

Pro dan kontra perihal nikah siri artis baru-baru ini menuai sorotan setelah pengakuan pasangan Rizky Billar dan Lesti Kejora yang sudah melangsungkan pernikahan secara agama sebelum nikah sah secara negara.

Beberapa tokoh mengungkapkan perihal hukum nikah siri, salah satunya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh.

“Nikah siri, dalam pengertian nikah yang dilaksanakan dengan terpenuhi syarat dan rukun pernikahan, tetapi belum dicatatkan secara administratif di petugas pencatatan nikah, hukumnya sah secara syari,” terang Asrorun Niam pada Kamis 30 September 2021.

Niam menuturkan, kewajiban suami-istri pun telah berlaku usai nikah siri yang diselenggarakan. Tetapi memang pernikahan harus didaftarkan secara administratif untuk kemaslahatan.

“Karena hukum nikahnya sah, maka keduanya sah sebagai suami-istri. Dengan demikian, keduanya terjalin hubungan suami-istri dengan hak dan kewajibannya, juga tanggung jawab suami-istri. Untuk kepentingan kemaslahatan, pernikahan harus dicatatkan,” imbuh Niam.

Diketahui, Lesti Kejora dan Rizky Billar bakal dilaporkan ke polisi perihal dugaan sudah melakukan pembohongan publik gegara pengakuan telah menikah siri.

Tetapi, Kongres Pemuda Indonesia (KPI) Jawa Timur yang rencananya melapor menunda pengaduan tersebut lantaran masih mengumpulkan beberapa alat bukti untuk menjerat.

Ketua KPI Jatim Edi Prastyo membeberkan salah satu alat bukti yang akan dikumpulkan adalah pernyataan dari Buya Yahya.

Karena, pernyataan tersebut menjelaskan bahwa pernikahan yang dilakukan Lesti Kejora dan Rizky Billar itu tidak ada.

“Beberapa statement-statement dari Buya Yahya. Yang digunakan nanti kan dari Buya Yahya. Karena kan pernikahan di atas pernikahan tidak ada kan,” tuturnya.

Edi juga mengomentari pernyataan Ustaz Maulana yang menjelaskan tak ada larangan dalam agama akad nikah dua kali. Ia mengatakan bahwa itu sebagai multitafsir dari fikih.

Namun demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan terkait tafsir fikih. Namun pihaknya hanya ingin meluruskan terkait nasab anak yang saat ini dikandung Lesti Kejora.

“Bicara fikih kan multitafsir juga. Kalau kami dari KPI sebenarnya meluruskan terkait nasab anak itu saja. Otomatis kalau dia sudah hamil duluan baru didaftarkan pernikahannya atau dicatatkan di KUA, itu kan anaknya bagaimana nanti. Berarti anak di luar nikah dong meskipun sebelumnya siri,” terang Edi.

“Jadi tetap kan negara yang dicatat berdasarkan negara. Itu yang kami kaji. Kebohongannya di situ,” pungkasnya

Sumber: sewaktu.com