Kepala Desa Cianjur: Rizky Billar dan Lesti Tidak Terdaftar Nikah Siri di Kampung Ini, Jadi Bohong Belaka?

Rupanya, pasangan selebriti Rizky Billar dan Lesti Kejora menyembunyikan status mereka saat mengurus pernikahan secara negara.

Pasalnya, Kepala Desa Pamoyanan, Agus Setiawan, menyebutkan tak ada keterangan tercantum di berkas kependudukan keduanya.

Pria yang menjabat di kampung halaman Lesti di Cianjur, Jawa Barat, itu pun membeberkan prosedur yang seharusnya ditempuh.

Dilansir kanal YouTube Intens Investigasi, Selasa (5/10/2021), Rizky Billar dan Lesti tak mengganti statusnya setelah menikah siri selama beberapa bulan.

Agus pun membeberkan bahwa jika keduanya mengaku sudah menikah siri, ia tak bisa mengeluarkan surat pengantar.

Namun, karena tak tercantum keterangan apa pun, pihaknya kemudian memberi pengantar Lesti untuk menikah.

“Kalau dilihat dari fotokopi KK-nya kan (Lesti-red) statusnya masih perawan, yang calon pengantin prianya, Rizky Billar kan statusnya masih perjaka,” beber Agus.

“Waktu itu kalau misalkan di kartu KK-nya keterangannya sudah menikah kan jelas kita tidak bisa mengeluarkan NA kalau sekiranya belum ada putusan dari pengadilan atau akta kematian dari dinas kependudukan.”

Menurut Agus, pengajuan nikah tersebut baru diajukan pada tanggal 4 Agustus tahun ini.

Namun, Lesti tak menyertakan pengantar desa yang menyatakan ia sudah nikah siri.

“Waktu mengajukan permohonan, kalaupun misalkan Dedek Lesti sama Rizky Billar melaksanakan nikah siri jelas itu kan sudah ada pengantar dari desa,” beber Agus.

“Itu kan bukan secara resmi tercatat di kantor urusan agama kalau nikah siri.”

Agus menegaskan pihaknya tak tahu menahu soal nikah siri tersebut.

Ia pun mengakui bahwa pernikahan itu merupakan ranah pribadi orang tersebut.

Meski begitu, ia menyoroti sikap Lesti dan Rizky Billar yang memutuskan akad dua kali.

Menurut Agus, seharusnya keduanya hanya tinggal mengajukan penerbitan buku nikah melalui isbat.

“Itu kan hak seseorang, kita kan enggak tahu, yang jadi acuan kan tetap surat-surat kependudukan, tidak ada keterangan bahwa mereka pernah melakukan nikah siri,” tutur Agus.

“Kalau pun melakukan nikah siri, jelas yang harus ditempuh bukan melaksanakan akad pernikahan tapi melalui isbat.”

“Tapi yang jelas, pernikahan yang resmi jelas tercatat di desa, di kantor urusan agama.”

“Kalau pernah melakukan nikah siri jelas harus mengajukan penerbitan buku nikah itu dengan cara isbat.”

“Kalau nikah seperti biasa kan jelas, di akadnya langsung ijab kabul.”

Sumber: Tribunwow