Lesti dan Rizky Billar di Ultimatum Harus Akui Kesalahan dan Minta Maaf, Kalau Tidak akan Diginiin..

Pasangan fenomenal Lesti Kejora Rizky Billar saat ini berbahagia karena menantikan lahirnya buah hati.
Namun, di balik kebahagiaan itu, pasangan yang akrab disapa Leslar itu harus menghadapi polemik.

Leslar dilaporkan ke polisi oleh Ketua Komite Pemuda Jatim terkait pembohongan publik
Sebelumnya melapor, Edi Prastio, Ketua Komite Pemuda Jatim, bahkan memberikan ultimatum agar Lesti Kejora dan Rizky Billar mengakui kesalahannya.

Jika ultimatum itu tidak digubris, Edi Prastio tak segan-segan segera melaporkan Leslar ke polisi.
Ia juga mengungkapkan, tidak ada proses akad nikah dua kali.

Berikut ultimatum dari Ketua Komite Pemuda Jatim kepada Lesti dan Rizky Billar.

Edi Prastio merupakan kuasa hukum Mila Machmudah Djamhari, orang yang mempolisikan Leslar.

Dia menjelaskan pihaknya menunggu agar Lesti dan Rizky Billar menggelar konferens pers untuk mengakui kesalahan terkait pernikahan siri.

Jika dikabulkan maka pihaknya tidak akan melanjutkan proses hukum tersebut.

Edi pun menjelaskan alasan pihaknya melaporkan Leslar karena ada pihak yang merasa terbohongi.
“Adanya kebohongan publik dari pengakuan nikah sirinya.”

“Karena apa, sudah akad nikah, nikah resmi dicatat ke negara baru ngomong sudah nikah siri,” ujarnya.

Ia menjelaskan dari pengakuan pernikahan siri ke publik itu, dia permasalahkan karena menurutnya ada celah pembohongan publik.

Lalu, Edi juga menyinggung dalam polemik tersebut baik Leslar dan masyarakat harus diedukasi.

Demikian dalam hal ini, menurutnya, pihak yang dirugikan adalah masyarakat.

Edi juga memaparkan terkait Undang-undang penyiaran yang dirujuknya menjadi acuan dari kesalahan Lesti dan Rizky Billar.

Undang-undang No 32 Tahun 2002 yakni undang-undang yang mengatur tentang prinsip-prinsip penyelenggaraan penyiaran yang berlaku di Indonesia.
“Semua yang berkaitan dengan frekuansi publik dipertanggungjawabkan melalui Undang-undang,” ucapnya.

Edi menegaskan, pihaknya tak mempermasalahkan kehamilannya, melainkan fokus pada mekanisme pencatatan pernikahannya.

Ia pun menjelaskan dalam aturan pernikahan Islam menurut NU, setelah menikah siri cukup melakukan sidang isbat nikah melalui pengadilan agama.

Setelah mendapatkan putusan sidang isbat tersebut kemudian dibawa ke KUA dan tak perlu melakukan akad nikah keduakalinya.
“Kita harus ingat ada namanya fatwa MUI No 10 Tahun 2008 bahwa nikah siri sudah sah. Tapi di situ tidak ditekankan ijab kabul atau akad nikah dua kali itu, tidak ada,” ucapnya.

Soal kerugian, Edi menegaskan, polemik pernikahan siri atas dugaan pembohongan publik itu terkait kerugiaan imateriel.

“Kita kan penikmat publik, Bu Mila juga mewakili masyarakat punya hak yang sama di mata hukum. Beliau merasa ini ada kebohongan, dia merasa dirugikan, semisal waktu nonton,” ujarnya.

Edi menjelaskan, kerugian bukan hanya materiel, nonmateriel pun sebagai bentuk kerugian.

D ia mengaku benar-benar serius akan melaporkan Leslar ke polisi jika keduanya tidak meminta maaf di depan publik.

Edi menjelaskan tujuan pelaporan itu juga sebagai edukasi agar tak terjadi di kemudian hari.

Ia juga menegaskan hikmah yang diambil dari polemik tersebut agar tidak menggampangkan hukum syariat.

Lalu, Edi juga menceritakan peristiwa serupa pernah terjadi pada publik figur, yakni Irish Bella dan Ammar Zoni.

Namun, Edi membandingkan pasangan Irish Bella dan Ammar Zonni mengakui pernikahan siri diumumkan.
Sementara itu, kata Edi, kasus pada Leslar tidak mengumumkannya.

Leslar baru mengumumkan klarifikasi setelah adanya desakan dari warganet.
Terakhir, Edi kembali menegaskan agar Leslar mau menyampaikan permohonan maaf ke publik.

Sumber: Tribunnews